Chat with us, powered by LiveChat

Mengintip Pembuatan Pisau Batik yang Unik di Kudus

Ada saja cara pengrajin pisau asal Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, untuk berinovasi. Di antaranya dengan cara memberi hiasan batik beragam motif di badan atau gagang pisau.

Hal inilah yang dilakukan M Sahri Baedlowi, seorang pengrajin pisau di Desa Hadipolo, RT 2 RW 1 Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus. Untuk memberi batik tulis di pisau, Sahri mengerahkan beberapa orang yang mahir.

Seperti yang tampak di rumahnya, Senin (1/4/2019) ada sekitar enam orang perempuan sibuk membatik di badan dan gagang pisau. Dengan beberapa alat yang mereka pakai seperti kompor, bahan membatik berupa malam panas, dan canting.

Sahri menjelaskan pemasaran pisau biasa atau tanpa motif batik sudah menyebar meluas. Sekarang dia berinovasi dengan membuat pisau dengan hiasan batik. 

“Untuk meningkatkan harga agar lebih tinggi dan mengangkat potensi ekonomi pengrajin pisau Kudus,” kata Sahri.

Sahri menjelaskan setelah pisau selesai dibentuk, pengrajin akan menggambar motif di badan pisau. Mulai dari motif bunga, hewan dan lainnya. Kemudian gambar itu kembali dibentuk dengan membatik tulis menggunakan bahan malam. 

“Sesuai dengan yang kita inginkan (motif batiknya). Setelah selesai, kita memasukkannya ke cairan zat kimia hingga delapan jam,” terangnya.

Pisau batik, kata dia, dipasarkannya ke tempat wisata yang ada di Kudus. Seperti kawasan wisata Colo dan Menara Kudus, dan dikirim juga ke luar kota. Adaupun harga pisau batik ukuran besar Rp 100 ribu, tanggung Rp 50 ribu, dan kecil Rp 30 ribu.

“Saya contohkan pisau kecil yang biasa tanpa batik Rp 15 ribu. Setelah diberi hiasan batik jadi Rp 35 ribu. Jadi memang naik harganya,” kata dia.

Sahri membeberkan, pembuatan pisau batik memakan waktu lebih dari 8 jam, mulai dari pembuatan pisau, menggambar dan membatik, kemudian menyelupkannya ke cairan kimia dan menjemurnya di bawah sinar matahari. 

“Untuk bahannya, saya pakai bahan stainless. Jadi benar-benar tajam dan bagus,” ucapnya.

Disinggung apakah kegunaan pisau tersebut hanya sebatas pisau suvenir? 

“Yang utama, pisau ini jadi suvenir tapi jadi pisau dapur juga bisa. Dengan syarat dibersihkan dulu dengan air panas. Jadi nanti bisa dipakai aman,” ujarnya.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *